Membangun Karakter Nilai-Nilai Pancasila Terhadap Perkembangan dan Kemajuan IPTEK Terhadap NKRI dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning
Kehidupan manusia seperti perlengkapan sekolah pada saat ini sangat mementingkan sains dan teknologi. Keberadaan IPTEK ini sudah tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia dan ini sangat membantu kita dalam mempromosikan pekerjaan manusia. Dikembangkannya teknologi ini memiliki tujuan tertentu oleh karena itu dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (Yuningsih, 2019). Perkembangan dari ilmu perkembangan dan teknologi mengubah dunia revolusi pertama melahirkan sejarah saat energi manusia dan hewan diganti melalui dengan adanya mesin-mesin yang dapat membantu aktivitas manusia.
Hasil belajar siswa merupakan output dari proses belajar mengajar. Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari data awal nilai ulangan harian siswa yang masih berada di bawah KKM. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar salah satunya adalah model pembelajaran. Model Pembelajaran Problem Based Learning merupakan model pembelajaran kooperatif yang menuntut siswa untuk aktif dan memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasi materi pelajaran yang dipelajari. Potensi yang ada dalam diri siswa dapat menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Salah satu indikator tercapainya pembelajaran yang baik dan efektif adalah dengan peningkatan hasil belajar siswa. Hasil belajar adalah hasil akhir setelah mengalami proses belajar, perubahan itu tampak dalam perbuatan yang dapat diamati, dan dapat diukur. Hasil belajar berupa perubahan perilaku, baik yang menyangkut kognitif, psikomotorik, maupun afektif. Untuk “mewujudkan sekolah sebagai situs kewarganegaraan yang demokratis. dan bertanggung jawab, maka PKn sebagai mata pelajaran yang menekankan pada pembinaan dan pengembangan nilai-nilai demokrasi di sekolah dan masyarakat, perlu diselenggarakan dengan menjungjung tinggi prinsip-prinsip pendidikan yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu tidak terlepas dari kemampuan guru dalam penerapan proses pembelajaran di kelas. Guru harus mampu mengembangkan model pembelajaran sesuai yang diharapkan oleh Permen. No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, yang menuntut proses Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM).
Dalam peranannya sebagai pengelola kelas, guru dapat melaksanakan tugas-tugas pengelolaan kelas dengan memperhatikan prinsiprinsip sebagai berikut. 1) Kehangatan dan: keantusiasan. Guru yang hangat dengan anak didik yang selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau "pada “aktivitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan “kelas. 2). Tantangan. Penggunanaan kata-kata, tindakan, cara kerja atau bahan: dengan sajian yang menantang akan meningkatkan gairah dan menarik perhatian anak didik untuk belajar, sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang . menyimpang. 3): Bervariasi. Penggunaan atau media, -atua - alat bantu, gaya mengajar, dan pola interaksi akan mengurangi munculnya gangguan dan meningkatkat perhatian anak didik. Apalagi bila pengunaannya bervariasi, sesuai dengan. kebutuha sesaat, merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas. yang efektif dan menghindari kejenuhan dalam proses belajar mengajar. 4) Keluwesan. Apabila guru. mendapatkan hambatan dalam perilaku peserta didik, guru dapat mengubah strategi mengajarnya. Perubahan strategi mengajar. ini memungkinkan untuk dapat menghilangkan gangguan ' dalam belajar: serta ' menciptakan. iklim mengajar yang efektif. 5) Menekankan hal-hal positif. Pada dasarnya mengajar dan | mendidik. menekankan hal-hal yang - positif : dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif.
Ideologi dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Acuan dan pedoman hidup seluruh bangsa dan bangsa di Indonesia itu adalah Pancasila. Muhammad Yamin mengatakan bahwa, Pancasila ini berasal dari kata “Panca” yang artinya lima, sedangkan Sila mengacu pada landasan perilaku penting dan baik atau sendi-sendi kode etik. Oleh sebab itu maka Pancasila adalah lima dasar yang berisi tentang pedoman atau aturan tentang sikap dan sifat yang penting dan baik, sedangkan Dasar dariDari generasi ke generasi penggunaan IPTEK ini selalu berbeda, generasi yang paling banyak menghabiskan semua kegiatannya dengan IPTEK adalah “Generasi Z” atau disebut juga dengan I Generation, Generasi Net atau Generasi Internet merupakan generasi yang bisa mengaplikasikan semua kegiatannya dalam satu waktu seperti menggunakan aplikasi twiter, menggunakan ponsel, browsing menggunakan internet, dan mendengarkan musik menggunakan hearphone. Kita mengetahui bahwa saat ini banyak remaja sangat susah untuk tidak bisa lepas dari alat-alat teknologi seperti Handphone, banyak dari mereka yang mengabiskan hampir seluruh waktu mereka dengan Handphone atau Gadget mereka.
Di sekolah kita perlu menerapkan pendidikan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan keterampilan dan kemampuan kognitif. Pemahaman yang seperti ini, sebenarnya sudah ada dalam hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya dari anak-anak yang secara kita tidak sadari telah diabaikan. Yaitu dengan kita sebagai guru memberikan pendidikan karakter kepada siswa. Dengan membuat siswa yang berkarakter maka siswa akan lebih dapat bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi itu sendiri. Ilmu dan teknologi juga berperan dalam Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan juga berperan dalam berkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bantuan teknologi dapat memudahkan para peserta didik, mahasiswa maupun guru dalam melakukan proses Transfer Of Knowledge atau proses mentransfer ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dalam proses kegiatan belajar dan mengajar rata-rata kita sudah banyak menggunakan teknologi yang kompleks seperti misalnya menggunakan laptop, projector, lcd, dan alat elektronik lainnya untuk menunjang proses belajar. Tujuan adanya Pendidikan Pancasila ini untuk menumbuh kembangkan warga negara yang baik yaitu salah satunya dengan cara meningkatkan kemampuan para peserta didik agar nantinya mampu menguasai IPTEK agar tidak dapat mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak sesuai dengan fakta yang ada atau biasa kita kenal dengan sebutan “Hoax” karena semakin berkembangnya IPTEK hingga saat ini semakin banyak orang yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan berita “hoax” tersebut. Masih kurangnya media pembelajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila ini bisa membuat siswa menjadi kurang fokus dan kurang aktif selama proses pembelajaran, sehingga membuat hasil belajar siswa menjadi kurang optimal (Sanusi, 2019). Sehingga penggunaan canggihnya teknologi sangat diperlukan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Dengan adanya Pendidikan Pancasila ini terhadapadanya teknologi diharapkan mampu membentuk karakteristik peserta didik agar dapat menggunakan ataupun menciptakan teknologi dengan rasa tanggung jawab.
Oleh: Desy Tri Idialisanti, S.Pd., M.Si.
Guru SMA Negeri 7 semarang
Membangun Karakter Nilai-Nilai Pancasila Terhadap Perkembangan dan Kemajuan IPTEK Terhadap NKRI dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning
Reviewed by Admin Kab. Semarang
on
Rating:

Tidak ada komentar